ukm online | TRIYONADAKLIK - WEB HOSTING UNLIMITED INDONESIA - Affordable and inexpensive - IT Solutions
Internet Cepat Indonesia – Nusantara Satu

Internet Cepat Indonesia – Nusantara Satu

Jakarta – Sekitar 25 juta orang Indonesia ditargetkan mendapat akses untuk terkoneksi ke internet sejalan dengan rencana peluncuran Satelit Nusantara Satu, pada 22 Februari 2019

Target pengguna internet ini diantaranya adalah pelaku usaha menengah kecil (UMKM), pengusaha cafe, warung-warung yang makin menjamur di daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan masyarakat hingga Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Nusantara Satu kami harapkan dapat membuka akses internet di 25 ribu desa di Indonesia. Ini akan sangat strategis bagi percepatan ekonomi dan pengelolaan pembangunan, seperti halnya internet dan media sosial yang dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah dan juga sistem pelaporan anggaran desa yang kini harus dilakukan online,” jelas Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso dalam keterangannya, Selasa (12/1/2019).

Nusantara Satu merupakan satelit broadband pertama di Indonesia yang dibekali teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet kecepatan tinggi dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional di Tanah Air.

Nusantara Satu memiliki kapasitas sampai dengan 15 Gbps atau sekitar 3 kali lipat kapasitas satelit konvensional

Kebutuhan total satelit broadband saat ini sebesar 189 transponder. Namun baru 57% di antaranya atau 103 transponder yang mampu dilayani operator nasional. Sisanya, yakni 86 transponder dilayani oleh operator asing yang memiliki slot orbit di atas wilayah Indonesia atau berjarak dekat dengan Indonesia.

Satelit Nusantara yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, akan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

Nusantara Satu juga dilengkapi dengan teknologi Next Generation Electric Propulsion yang membuat satelit menjadi cost effective dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan tentunya menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.

“Sampai akhir tahun ini kami harapkan ada 10 ribu desa yang sudah terkoneksi. Sampai saat ini sudah sekitar tiga ribuan dan dua puluh lima ribu desa itu selesai sekitar tahun 2020-2021,” kata Adi.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 38 transponder C-Band dan Extended C-Band serta 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas bandwith mencapai 15 Gigabita per second (Gbps). Satelit ini juga memiliki bobot pada saat peluncuran yaitu sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.

Adapun cakupan Satelit Nusantara Satu meliputi seluruh wilayah Indonesia hingga Asia Tenggara. Setelah meluncur, satelit ini akan ditempatkan pada slot orbit 146 derajat bujur timur, tepat di atas Papua.

Kemudian, satelit akan dikendalikan melalui Satellite Control Center di Jatiluhur, Jawa Barat. PSN juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional ketika satelit telah mengorbit.

“Kehadiran Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Indonesia. Dengan peran internet yang semakin besar bagi perekonomian, satelit ini akan mampu memberikan nilai lebih bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hendra Gunawan, Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI). (dna/dna)

Sumber: detik.com

UMKM Go Online, Upaya Wujudkan Visi “Digital Energy of Asia”

UMKM Go Online, Upaya Wujudkan Visi “Digital Energy of Asia”

Jakarta, Kominfo – Pencanangan gerakan 100.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Go Online secara serentak di 30 kota/kabupaten di Indonesia digagas seiring dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

Gerakan yang diadakan di Creative Space Galeri Indonesia Wow, Gedung SMESCO UKM Jakarta ini bertujuan untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan pada UMKM di berbagai daerah untuk siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kominfo, berkomitmen untuk mengonlinekan 8 Juta UMKM sampai tahun 2020. Komitmen ini menunjukan keberpihakan pemerintah dalam memajukan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dengan mengikuti gerakan pengonlinean ini, para UMKM akan mendapatkan peluang untuk distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam 1 x 24 jam, Inkorporasi RKB, transformasi inklusi finansial, serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku UMKM yang akan dionlinekan.

Para UMKM tersebut juga akan dibimbing mulai dari proses pengonlinean hingga manajemen dan promosi online. Proses promosi sendiri akan dibantu mulai dari pemotretan produk, deskripsi produk, harga, lalu juga mendapat domain .id sekaligus hosting secara gratis. Produk-produk UMKM yang telah terdaftar tersebut kemudian akan dipromosikan dan ditempatkan di marketplace besar seperti Tokopedia, Blibli.com, Elevania, dsb.

Salah satu pengusaha UMKM Cokelat Pralin Chocolistic, Marta Dorkas, menuturkan bahwa ia tertarik mengonlinekan produknya dengan harapan dapat meningkatkan penjualan produknya, dikenal lebih luas oleh masyarakat.

 “Dalam arti brandnya akan lebih kuat. Karena kalo ga online orang ga akan kenal produk kita. Minimal kalau sudah online, seluruh Indonesia bisa tahu produk kita. Ketik coklat, muncul produk kita,” tutur Marta.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Anak Agung G.N. Puspayoga menyampaikan bahwa pemerintah dengan upayanya mendukung UMKM telah melakukan beberapa langkah, seperti pembiayaan keberpihakan untuk UMKM dengan menurunkan Kredit Usaha Rakyat menjadi 9%, serta mendirikan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB).

“Semoga ini bisa menjadi trigger UMKM kita untuk meningkatkan daya saing dan produktifitasnya. Semoga ekonomi digital ini bisa membangun Indonesia sesuai harapan Presiden, untuk menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia,” kata Puspayoga. (VY)

Foto: Andy Chandra Cipta

Sumber: kominfo.go.id

×

Hai Kak,

Tanyakan promo semua layanan disini !

× Dapatkan Promo Disini